Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Mei 2021

Kiat Sukses Seorang Trainer Di Bidang Pendidikan

Menjadi seorang trainer bukanlah sesuatu yang instan untuk dikerjakan. Ada proses panjang yang telah dijalani sehingga seseorang mampu menjadi seorang trainer ataupun narasumber. 

Seperti halnya bapak Dedi Dwitagama sebagai narasumber MBPN malam ini. Beliau merupakan seorang pendidik, trainer, narasumber dan motivator bidang pendidikan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, kepemimpinan, berbicara di muka Umum, teknologi informasi, menulis kreatif/creative writing, pendidikan karakter dan komunikasi/TIK.

Perjalanan karir beliau hingga menjadi seperti sekarang bermula sejak sekolah dimana beliau aktif di organisasi dan terus berorganisasi sampai sekarang. Beliau sering menjadi pengurus sampai akhirnya sering diundang menjadi pemateri dalam berbagai pelatihan. Apalagi sejak sepulang dari Jepang beliau semakin intens bergabung dengan aktivis anti narkoba Indonesia dan sering diminta menjadi pemateri pada kegiatan seminar, diskusi, dan sebagainya, yg diadakan di seluruh Indonesia, termasuk ke luar negeri, Singapura, Malaysia, Thailand.

Beliau menjelaskan untuk menjadi trainer yang baik harus bisa memenuhi target pencapaian materi yang diberikan oleh panitia dan membuat proses interaksi yang menyenangkan bagi peserta kegiatan. Sehingga mereka merasa mendapat masukan ilmu baru dan manfaat berjumpa dengan trainer dalam suatu kegiatan. Disamping itu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh trainer adalah skill public speaking. Artinya mempunyai kemampuan untuk berbicara didepan umun dengan sangat baik. Seorang trainer juga harus mampu melayani dan mencerahkan kebutuhan dari peserta training.

Diakhir pemaparannya beliau menyampaikan supaya kita selalu mendokumentasikan setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan kabarkan ke media online seperti instagram, facebook, youtobe supaya bisa menjadi kenangan bagi kita dan anak cucu kita. Bahwa kita pernah melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi orang lain.

Sekian.


Devita Sihombing

Rabu, 26 Mei 2021

Mengapa Perlu Menulis?

Mengukir kisah dalam sebuah tulisan adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Kita bisa menggores sejarah melalui tulisan yang kita buat. Menulis dan membuat karya tentu akan sangat bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang disekitar kita. Karena itu sangat perlu bagi kita untuk menulis.

Senang sekali malam ini saya bisa kembali pengikuti Kelas Menulis Bersama Pak Naff (MBPB). Kelas yang sudah membuatku semakin jatuh cinta pada dunia literasi. Bersama Narasumber cantik Ibu Endah Winarsih, S.Pd, seorang guru dan seorang penulis dengan segudang karya tulis yang sudah diraihnya. Dan juga ditemani oleh Moderator cantik yaitu Ibu Rahmi Hidayati, M.Pd.

Tema pada kelas menulis malam ini adalah Mengapa Perlu Menulis? Menulis sama serunya dengan hobby yang lain. Yang menjadi hal penting adalah dengan menulis kita bisa menghasilkan karya. Karya tersebut bisa kita dokumentasikan untuk dinikmati oleh para penggemar melalui bahan bacaan yang diterbitkan dalam sebuah buku.

Tulisan adalah Jejak. Membuat Jelak dengan karya yaitu Buku 

Sejak kecil saya suka sekali pelajaran bhs Indonesia khususnya kegiatan mengarang. Saya suka membuat karangan setelah itu sudah. Saya tidak mengumpulkannya. Saya biarkan itu berserakan dan akhirnya hilang tanpa kesan. Sangat amat disayangkan kumpulan tulisan akhirnya berakhir di tong sampah. Dunia literasi saat ini menjadi sesuatu yg sangat penting. Budaya menulis sudah menjadi kebutuhan bagi semua orang terbukti banyak orang untuk menunjukkan eksistensinya dengan cara membuat postingan di media sosial. Menulis apa saja dengan berbagai tujuan. Pertanyaannya adalah apakah tulisan kita bermanfaat atau hanya sekedar menulis saja? Sungguh sayang sekali ketika tulisan yang bagus hanya dijadikan postingan sesaat yang akan hilang seperti angin berhembus. Menulis itu adalah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh semua orang. Yang membedakan adalah apakah tulisan kita berkualitas dan layak tayang atau tidak.

Menulis itu MUDAH semudah berbicara. Karena itu tuangkan IDE mu melalui TULISAN

Bagaimana caranya??

1. Untuk bisa menulis asahlah memampuanmu dengan membaca. Membaca buku apa saja bisa. Dengan membaca maka akan ada hal baru yang akan melekat dipikiranmu. Karena sedikit atau banyak, pikiran kita mampu merekam setiap bacaan yang kita baca. Akan ada banyak ide yang bisa kamu tuangkan dalam tulisanmu jika kamu banyak membaca.

2. Menulis itu semudah berbicara kalau kita sudah memahami apa yang akan kita tulis. Kamu bebas menulis apa saja yang kamu mau. Mulailah menulis dengan hal-hal yang kamu sukai dan yang kamu kuasai. Sehingga kamu akan senang menulis karena ide-idemu akan keluar seperti air mengalir.

3. Lingkungan kita adalah salah satu sumber inspirasi kita. Ada banyak hal di lingkungan kita yang bisa menjadi sumber belajar.  Karena itu milikilah kepekaan terhadap lingkungan.

4. Dalam menulis sangat penting sekali kita merangkai kata-kata sedemikian rupa dengan bahasa yang santun, bersahaja, sehingga bahasa yang kita tuliskan bisa dipahami dan dimengerti oleh para pembaca. Karena itu sangat perlu untuk mempelajari tata bahasa. 

5. Menulis adalah menuangkan ide-ide kita dalam bentuk tulisan. Hal itu hendaknya keluar dari hati dengan hasil pemikiran kita sendiri. Atau bisa juga dari kajian atau penyelidikan kita dari berbagai referensi yang kita miliki. Karena sangat tidak etis kalau seorang penulis itu menulis dengan cara menjiplak atau plagiarism.

Manfaat menulis menurut Horiston dalam Darmadi, 1996:3-4, yaitu:

  • Kegiatan menulis adalah sarana untuk menemukan sesuatu, dalam artian dapat mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita.
  • Kegiatan menulis dapat memunculkan ide baru
  • Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide yang kita miliki
  • Kegiatan menulis dapat melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang
  • Kegiatan menulis dapat membantu diri kita untuk melatih memecahkan beberapa masalah sekaligus
  • Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi.

Ada banyak orang suka menulis tetapi tidak sedikit pula tulisan tersebut malah membuat masyarakat yang membaca jadi resah karena ujaran kebencian yg berakibat disintegrasi sosial. Karena tulisan tersebut berisi hal-hal yang tidak baik yang bertabrakan dengan kemanusiaan. Dalam hal ini tujuan menulis akan Jadi sangat penting. Pertanyaannya adalah apakah kita mau menjadi penulis yang memiliki tujuan mulia atau sebaliknya. Menulis sama dengan kita berkata-kata. Perlu ada pemilihan kata yang tepat ketika kita menulis.  Kata-kata yang salah akan menimbulkan dampak yang salah pula. Rangkaian kata itu memiliki suatu kekuatan. Jangan remehkan sebuah kata. Kata bisa membawa kebaikan sebaliknya kata juga akan membawa suatu kehancuran.

Menurut Ibu Endah, setiap tulisan akan membawa dampak bagi pembaca oleh karena itu perlu ada tujuan yang baik dari setiap tulisan.

Mengapa perlu menulis?

  1. Menulis sangat perlu supaya apa yang ingin kita sampai kan pada masyarakat tersampaikan.
  2. Menulis sangat perlu supaya kemampuan menulis kita terasah dan bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas
  3. Menulis sangat perlu supaya kita bisa meninggalkan jejak yang bisa diwariskan pada generasi kita berikutnya
  4. Menulis sangat perlu supaya tulisan yang bermanfaat bisa dinikmati banyak orang.

Langkah Awal yang harus disiapkan untuk membuat tulisan adalah memiliki tujuan yang jelas sehingga buku yang ditulis sesuai dengan tujuan. Setelah itu sesuai dengan standar penulisan yaitu:

1. Menentukan tema yang ingin ditulis

2. Mencari ide sesuai dg tema

3. Menentukan jenis tulisan

4. Menyusun kerangka

5. Membuat bahan tulisan

6. Buat target penyelesaian buku

Kegiatan menulis itu akan bisa menjadi bermanfaat jika kita mampu menghasilkan sesuatu yang baik yang diwujudkan dalam bentuk buku. Supaya tulisan kita bisa dinikmati oleh banyak orang maka buku kita harus dipublikasikan dengan buku yang memiliki standar ISBN. Itu bisa dibuktikan dengan adanya ISBN yang tertera pada buku. ISBN atau International Standard Book Number adalah "pengidentifikasian unik" untuk buku-buku yang digunakan secara komersial. buku yang dibuat tanpa ISBN tentu tidak akan mudah dipasarkan secara komersial. Kecuali kita memang ingin punya buku dan membagikannya secara langsung. 

Untuk bisa menjadi seorang penulis, kita harus mempunyai motivasi yang kuat dalam menghasilkan sebuah karya. Tanpa motivasi tentu saja akan susah untuk menghasilkan karya. Sangat tidak mudah untuk melakukannya secara konsisten. Apalagi banyak para penulis memiliki profesi seperti guru yang menuntut kita juga harus fokus dengan pekerjaan.  Karena itu tetap fokus dan memiliki keinginan kuat untuk mau berproses sebagai penulis. Mau berposes dan memiliki komitmen sangat penting. Tidak ada orang yang tiba-tiba bisa berlari saat lahir. Begitu pula seorang penulis, ada hal-hal yang harus kita pelajari sehingga tulisan kita benar-benar bisa bermanfaat bagi pembaca. 

Dengan motivasi yang benar kegiatan menulis juga akan membawa kita ke prestasi-prestasi berikutnya. banyak reward yang bisa kita dapatkan tidak sekedar hanya mendapatkan piala dan medali dari hasil ikut kompetisi. Tetapi reward sesungguhnya adalah rasa syukur yang tak terkira karena bisa memiliki talenta yang bisa mendatangkan banyak kebaikan. 

Tentu menjadi pertanyaan besar juga bagi kita. Kapan kita harus menulis? Jawabannya Segera, segera dan segera. Untuk menjadi penulis tentu kita butuh waktu untuk menulis. Dan yang membuat kita gagal menulis adalah kesibukan kita sendiri. Seringkali kesibukan yang banyak menjadi alasan kita untuk tidak menulis. Sehingga membuat kita tidak akan produktif dalam kegiatan menulis. Perlu konsisten yang amat tinggi untuk tetap produktif meski harus dengan memaksa diri sendiri untuk menggerakkan jari supaya bisa menghasilkan sebuat tulisan. 

"Lakukanlah segala karya, aktivitas, dan produktivitas anda untuk menaikkan kapasitas dan kualitas diri", oleh Endah.

Menulis sama dengan berbicara, akan mempengaruhi orang yang sedang mendengar pembicaraan kita atau yang membaca tulisan kita. Bermanfaat atau tidak tergantung pada reaksi dari orang yang membaca tulisan kita. Kalau menulis adalah sarana kita untuk berbagi hal baik dengan orang lain, mengapa tidak kita menulis?

Jika kita mengambil kutipan atau quotation berupa statemen atau teori dari orang lain maka penulis harus menuliskan sumbernya juga. karena jika tidak menuliskan sumbernya (resource) kita akan dianggap sebagai plagiat. Plagiarisme adalah salah satu bentuk pelanggaran serius. Jadi sebagai penulis kita harus lebih hati-hati dalam membuat tulisan apalagi jika akan dipublikasikan dalam bentuk buku. Mari kita perhatikan cara kita menulis dan apa yang kita tulis sampai cara membuat tulisan yang sesuai dengan etika penulisan.

Berikut ini penjelasan tentang plagiarisme. Plagiarisme adalah penjiplakan yang disengaja dan sesudah 2x24 jam berita surat kabar tersiar, maka seseorang dapat mengambul alih dengan syarat harusmenyebutkan sumbernya. Plagiarisme juga tidak mengacu kepada hasil karya tulisan sajamelainkan juga karya musik, desain, dll. Ruang lingkup plagiarisme adalah :

  1. Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  2. Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya
  3. Menggunakan fakta (data,informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya
  4. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri. 
  5. Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya
  6. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah sebagai karya sendiri.

Mulailah untuk melakukan kegiatan menulis. Semakin kita mencintai kegiatan menulis maka itu lama kelamaan akan menjadi hobby kita dan sekaligus terapi untuk kita bisa berpikir kreatif dan kritis. Gunakanlah kesempatan kita untuk berkarya yaitu dengan menulis. Karena kesempatan itu terkadang hanya kita yang bisa menentukan. Apakah mau kita pakai atau kita lewatkan dengan sia-sia.

Tips jitu yang disampaikan Ibu Endah sehingga jatuh cita ingin menulis adalah:

  • Banyak membaca buku sesuai yang kita sukai
  • Berlatih menulis tidak perlu panjang dulu, sesuaikan apa yang ada dibenak kita. Lalu publish di blog jika perlu
  • Ikuti WAG penulis untuk menambah wawasan
  • Blog walking punya teman-teman penulis

Diakhir pemaparannya, Ibu Endah menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mulai menulis dengan tujuan mulia
  2. Hindari plagiarisme
  3. Mau berproses tanpa lelah, jadilah penulis yang rendah hati yang selalu ingin belajar dan belajar.

Sekian.


Devita Sihombing, 26 Mei 2021

Guru SMP di Kab.Batubara Sumatera Utara

 

 

 

Koneksi Antar Materi – Pendidikan yang Memerdekakan

  by POSMAULI DEVITA SIHOMBING    Setiap individu lahir dengan kodrat dan keunikannya masing-masing Selaras dengan pemikiran KHD bahwa...