Selasa, 07 Juni 2022

Menulis itu Mudah


Resume ke   : 9

Tanggal        : 6 Juni 2022

Moderator    : Dail Ma'ruf

Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim


Katanya menulis itu mudah. Benar nggak sih??

Membaca fliyer malam ini dalam pelatihan belajar menulis PGRI dibawah asuhan Omjay dalam kelas daring via WA Grup Kelas Belajar Menulis membuat saya begitu penasaran. Tema yang disajikan juga membuat saya yakin tak yakin karena selama ini saya mencoba untuk menulis tetapi selalu terlalu susah dan sangat sulit. Karena saya susah untuk menuangkan ide-ide di kepala ini dalam bentuk tulisan.

Bapak Prof.Dr. Ngainun Naim akan menjadi narasumber pada pelatihan malam ini. Dan kegiatan ini dimoderatori oleh bapak Dail Ma'ruf.

Kegiatan malam ini dibagi atas dua sesi. Sesi 1 yaitu penyampaian materi dan sesi 2 tanya jawab. Bagi peserta yang bertanya bisa japri pak Dail di nomor wa 0878871926678. kegiatan malaim ini juga diawali dengan doa bersama.

Pertanyaan yang pertama kali diajukan narsum adalah : MENULIS ITU MUDAH? Bagaimana Bisa?

Bapak Prof menjelaskan bahwa agar Menulis itu Mudah, ada beberapa prasyaratnya. Ini menjadi beberapa point penting agar menulis itu mudah, yaitu:

  1. BISA MEMBACA adalah satu kata kuncinya. Walau membaca adalah KEMAMPUAN, itu saja tidak cukup. Tetapi membaca adalah KEBIASAAN sehingga menjadi BUDAYA. Membaca tidak perlu lama sekitar 10-15 menit cukup tetapi berulang-ulang lalu direnungkan.Jika ada yang dirasa penting dicatat walaupun hanya satu kalimat.
  2. Prasyarat yang kedua adalah PRAKTIK MENULIS. Jika ingin menjadi penulis ya memang harus menulis. Menulislah  tentang apa yang melintas di pikiran kita dan jangan berpikir tulisan kita kurang bagus. Karena kalau tidak segera ditulis momentum yang masih diingat bisa segera hilang dari ingatan.
  3. Prasyarat yang ketiga adalah TAHU APA YANG DITULIS. Seperti menulis kegiatan harian, perjalanan, dan pengalaman menjadi lebih mudah dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan sendiri.
  4. NIKMATI PROSES MENULIS sehingga apapun yang dinikmati akan mudah. Karena menulis akan terasa berat jika tidak dinikmati dan kita akan merasa happy jika menikmati menulis.
  5. NGEMIl. prasyarat ini agak sedikit aneh bagi saya. Namun ini penting agar menulis itu kesannya nyantai dan tidak menegangkan.

Dari pemaparan materi oleh Prof, berikut ini adalah simpulan dari jawaban pertanyaan peserta menulis yang saya rinci sebagai berikut:

  • Menulislah selagi tubuh masih fresh seperti pagi hari dan dilakukan secara konsinsten
  • Paksakan diri untuk menulis dan lama-kelamaan menulis itu akan menjadi kebiasaan
  • Proses terakhir setelah menulis adalah EDIT. Lakukan edit setelah selesai  menulis untuk memperbaiki tulisan kita yang belum mantap
  • Penting sekali mengelola rasa dalam menulis dengan mencoba membiasakan kemudian menyukai dan itu adalah proses
  • Supaya tulisan tidakpanjang tetapibermakna adalah dengan dengan mengedit tulisan dan diperbaiki sehingga tulisan menjadi bermakna, makin sering menulis, maka kata-katanya akan semakin bermakna
  • Penting sekali memanfaatkan waktu yang ada untuk menulis sehingga diusahakan menulis adalah suatu hal yang sangat penting
  • Kriteria tulisan yang baik adalah jelas artinya mudah dipahami dan tidak menumbulkan tafsir yang bermacam-macam,  sinkron antar paragraf, konsisten dalam ide dan tulisan serta taat aturan.

Di akhir kegiatan menulis ini, Prof menyampaikan bahwa "Menulis itu mudah. kuncinya kita yang membuatnya mudah. jangan hanya berpikir tentang menulis tetapi mari praktik menulis".

Terimakasih bapak Dail Ma'rul yang sudah membersamai kita malam ini. Terkhusus terimakasih juga kepada Prof. Dr. Ngainun Naim, Semoga bapak selalu dalam keadaan sehat dan semoga saya bisa mengikuti jejak literasi bapak.

Salam Literasi



Posmauli Devita Sihombing, S.Pd

Guru di UPT SMP Negeri 2 Sei Suka


1 komentar:

Koneksi Antar Materi – Pendidikan yang Memerdekakan

  by POSMAULI DEVITA SIHOMBING    Setiap individu lahir dengan kodrat dan keunikannya masing-masing Selaras dengan pemikiran KHD bahwa...