Minggu, 27 Maret 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU 24

 


Salam dan Bahagia.

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan jurnal refleksi mingguan saya sebagai calon guru penggerak angkatan 3 tepatnya tanggal 21 s/d 24 Maret 2022 pada minggu ke 24.

 

Kali ini refleksi mingguan yang saya buat menggunakan model Gaya Round Robin. Berikut panduan pertanyaan untuk membuat refleksi model ini:
Apa hal yang paling Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Mengapa Anda merasa hal tersebut bisa membuat Anda sangat menguasainya?

1.    Apa hal yang belum Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

2.    Apa hal yang masih membingungkan Anda dari pembelajaran hari ini? Ceritakan hal-hal apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan.

 

Adapun Kegiatan pendidikan guru penggerak pada minggu ini antara lain:

1.      Senin/21 Maret 2022 RUANG KOLABORASI. Pada kegiatan ini CGP bekerja dalam kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok sebelumnya sekitar 10 menit berupa gambaran umum dari sebuah program/kegiatan di sekolah yang mempromosikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid. Dan kelompok lain memberikan umpan balik seperti 1)apa  yang menarik dari hasil presentasi yang disajikan? 2)Apakah program yang disampaikan dapat diimplementasikan? 3)Berikan ide/saran yang dapat membantu pelaksanaan program tersebut?

2.      Selasa/22 Maret 2022 REFLEKSI TERBIMBING. Dalam kegiatan ini CGP melakukan refleksi dan metakognisi terhadap proses pembelajaran yang telah dilewati, dan apa yang harus dipertimbangkan dalam menyusun program/kegiatan yang berdampak  pada murid 

3.      Rabu sampai jumat, 23 - 25 Maret 2022 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL tentang Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid

 

HAL YANG DIKUASAI

Setelah mengikuti pembelajaran pada minggu ini modul 3.3 tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid, maka sekarang saya semakin paham tentang bagaimana merancang program yang berdampak pada murid. Melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan murid menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan sehingga setiap program tidak lagi berpusat ataupun seturut dengan keinginan/kemauan hati guru/kepala sekolah. Suara murid artinya memberikan kesempatan bagi murid untuk berkolaborasi dan membuat keputusan dengan orang dewasa seputar apa dan bagaimana mereka belajar dan bagaimana pembelajaran mereka dinilai. Memberikan pilihan pada murid dapat memberdayakan murid, mendorong keterlibatan dalam pembelajaran dan mengenalkan pada minat pribadi dalam pengalaman belajar mereka. Kepemilikan Murid artinya saat murid terhubung baik secara fisik, kognitif, sosial emosional dengan apa yang sedang dipelajari, terlibat aktif dan menunjukkan minat dalam proses belajarnya, maka dapat dikatakan bahwa tingkat rasa kepemilikan mereka terhadap proses belajar tinggi.

 

HAL YANG BELUM DIKUASAI

Pada minggu ini hal yang belum bisa saya kuasai dengan baik adalah tentang penggunaan waktu yang ada. Mengingat jam pelajaran dan rombel yang banya, saya sering kewalahan dan kesulitan bagaimana bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya di dalam kelas. Saya selalu mencoba menerapkan pembelajaran yang berdampak pada murid di dalam kelas, Pada kelas tertentu yang mana muridnya kurang aktif terlihat saya yang masih mendominasi atau banyak menjelaskan dalam kelas. Sehingga membuat mereka lebih banyak mendengarkan.

 

HAL YANG MEMBINGUNGKAN

Pada minggu ini hal yang masih membingungkan bagi saya adalah tentang bagaimana cara saya memberikan sosialisasi kepada rekan guru tentang program apa yang akan dibuat apakah program intrakurikuler, ekstrakurikuler, atau ko-kurikuler. Karena sebenarnya sudah ada program-program sekolah yang sebelumnya sudah ada dan sudah/sedang terlaksana di sekolah kami.

 

Demikian jurnal refleksi mingguan yang saya buat. Semoga saya selalu mendapatkan pembelajaran yang bisa membawa perubahan bagi saya ke arah yang lebih baik lagi.

Terima kasih.

 

 

Posmauli Devita Sihombing

CGP Angkatan 3

Kab.batubara Sumatera Utara

Selasa, 08 Maret 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU 21

 


OLEH:

POSMAULI DEVITA SIHOMBING, S.Pd

CGP ANGKATAN 3

KABUPATEN BATUBARA

SUMATERA UTARA

REFLEKSI DENGAN MODEL 4F(Facts, Feelings, Findings, Future)

 
Model refleksi 4F dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway, dengan pertanyaan sebagai berikut:
1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini
atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam
proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses
pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala
tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa
yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang
membuat Anda memiliki perasaan tersebut.
3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru
yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal
serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari
peristiwa ini?

 

REFLEKSI MODEL 4F

Minggu ini adalah minggu yang menyenangkan bagi saya, kenapa menyenangkan? Setelah pada minggu-minggu sebelumnya aktivitas saya begitu padat mulai dari hari senin sampai sabtu. Kegiatan itu saya jalankan secara rutin setiap hari dan pastinya kondisi hati dan emosi saya naik turun dalam menjalaninya walaupun saya berusaha enjoy dan sukacita.

Namun pada minggu ini beban dipundak sedikit ringan ketika ada dua hari dalam seminggu ini libur dan benar-benar saya meliburkan diri dari semua aktivitas rutin saya. Itu yang membuat saya sangat senang. Pastinya ini adalah Quality Time bagi saya dan keluarga. Menikmati liburan dengan orang seisi rumah yang lengkap adalah hal yang sangat kurindukan. Bahagia sekali tentunya.

Minggu ini adalah kegiatan kolaborasi bersama rekan CGP yang hebat, dan kelompok saya kebetulan adalah rekan CFP dari Tapanuli dan Batubara. Dalam ruang virtual kami berdikusi tentang berbagai aset sumber daya di daerah kami masing-masing. Lalu mengidentifikasikannya untuk sekolah kami serta mendiskusikan strategi pemanfaatannya secara efektif. 

Ini foto kami saat berkolaborasi secara virtual.



Dari pembelajaran pada modul 3.2 ini saya sangat bersyukur bisa belajar banyak hal tentang aset yang ada di daerah saya. Bahkan ada jenis 7 aset yang baru saya pelajari dan pahami. Aset yang menarik bagi saya salah satunya adalah peserta didik. Saya menyadari selama ini saya sering sekali hanya melihat siswa dari sisi baik buruknya, kenakalannya, kemalasannya, dll. Sehingga sering kali saya memarahi mereka, menghukum mereka atas kesalahnnya, menilai mereka dengan kejelekan dan keburukan mereka bahkan sering bersikap tidak adil, baik hanya pada siswa yang rajin dan pintar.

Lewat pembelajaran ini saya merasa tertegur, bahwa peserta didik adalah salah satu aset terbesar di sekolah. Saya menyadari bahwa cara pandang saya harus berubah terhadap anak. Mereka adalah aset dan kekuatan yang sangat berharga, yang harus dipupuk dan digali serta dikembangkan potensinya. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa dengan segudang kekuatan yang pasti dimilikinya. Ya, mendidik mereka dengan ikhlas dan penuh kasih sayang, saya yakin akan membuat mereka merasa dihargai dan dicintai sehingga akan bermunculanlah kekuatan dari diri mereka lewat talenta-talenta dan kemampuan yang dimiliki mereka.

Semoga kedepannya saya bisa menjadi pendidik yang mampu memimpin dalam pengelolaan sumber daya di sekolah saya.

Salam dan bahagia.

Sabtu, 05 Maret 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGUAN KE-20

 

 

 


 Oleh:

Posmauli Devita Sihombing

CGP Angkatan 3

Kabupaten Batubara

Sumatera Utara

Model 2: Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL)

 

Pada minggu ini,  aktivitas pembelajaran yang harus dilalui pada Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Minggu ke 20 ini saya akan merefleksikan aktivitas-aktivitas yang telah dilalui berupa tulisan dalam bentuk jurnal mingguan. Aktivitas-aktivitas pembelajaran yang harus dilakukan oleh saya dalam learning management System (LMS) adalah Aksi Nyata modul 3.1, Mulai dari diri, dan Eksplorasi Konsep serta Lokakarya ke 5.

 

Kali ini saya menggunakan Model 2: Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL) dalam membuat jurnal refleksi minggu ke-20. Ash dan Clayton (2009) mengembangkan model jurnal Refleksi ini memberikan beberapa pertanyaan panduan. Adapun penjabaran dari pertanyaan panduannya adalah sebagai berikut:

 

1. Description

Pada pembelajaran di minggu ini aktivitas pembelajaran meliputi:

    3.1.a.10 Aksi Nyata

    3.2.a.3   Mulai dari Diri- Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

    3.2.a.4   Eksplorasi konsep - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

    Lokakarya 5

 

Aksi nyatadilakukan oleh seluruh Calon Guru Penggerak angkatan 3 di Sekolah saya di UPT SMP negeri 2 Sei Suka Kabupaten Batubara. Dan kegiatan Lokakarya 3 oleh seluruh Calon Guru Penggerak kabupaten Batubara beserta pengajar praktik se kabupaten Batubara.

 Aktivitas Aksi Nyata saya lakukan di sekolah saya dan penugasan Mulai dari Diri Serta Eksplorasi Konsep  tersebut dilakukan secara virtual atau dalam jaringan melalui Learning Management System) dalam SIM PKB guru penggerak masing-masing. Serta kegiatan Lokakarya 5 dilaksanakan di Kabupaten batubara.

Setiap aktivitas memiliki kesibukan  yang berbeda-beda dan setiap calon guru penggerak harus memanejemen waktuuntuk mengerjakan setiap penugasan dengan tepat waktu di sela-sela padatnya aktivitas sebagai guru di sekolah masing-masing.

 Para calon guru penggerak bergerak bersama mengidentifikasi berbagai sumber daya di daerah untuk sekolahnya masing-masing dan membuat strategi pemanfaatan sumber daya tersebut secara efektif.

Untuk saling berbagi tentang sumber daya yang terdapat di masing-masing sekolah dan share cara pemanfaatannya. Sehingga akan menginspirasi para calon guru penggerak lainnya.

Pada kegiatan Lokakarya ke 5, Calon Guru Penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak, mampu mengidentifikasi kompetensi yang belum berkembang selama program calon guru penggerak, mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru penggerak, dan mampu menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak

Saya melakukan refleksi diri sejauh mana perkembangan kompetensi calon guru penggerak selama mengikuti program pendidikan guru penggerak, melakukan refleksi diri berdasarkan kompetensi guru penggerak, dan membuat rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak.

 

2 . Examination

Akhirnya aktivitas pembelajaran yang terdapat di Learning Management System (LMS) pada minggu ke-20 dapat terlampaui dan tercapai sesuai tujuan yang telah ditentukan.

Saya berusaha mengerjakan semaksimal mungkin aksi nyata pada modul 3.1 dan mengerjakan modul 3.2 mulai dari diri dan eksplorasi konsep. Dalam kegiatan Lokakarya ke 5

Saya mampu mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak, mampu mengidentifikasi kompetensi yang belum berkembang selama program calon guru penggerak, mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru penggerak, dan mampu menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak

 

3. Articulation of Learning

Dari pembelajaran minggu ini, saya menemukan bahwa data sumber daya asset/potensi/kekuatan yang didapat dari proses pengidentifikasian akan dijadikan sebagai salah satu acuan yang digunakan sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Lingkungan yang memberikan dukungan secara penuh terhadap terciptanya pembelajaran akan membuat peserta didik nyaman dan situasi kondusif untuk berkembangnya peserta didik sesuai kodratnya. 

 

Salam dan Bahagia.

Koneksi Antar Materi – Pendidikan yang Memerdekakan

  by POSMAULI DEVITA SIHOMBING    Setiap individu lahir dengan kodrat dan keunikannya masing-masing Selaras dengan pemikiran KHD bahwa...